Subah, 12 September 2026 — SMK Bhakti Kencana Subah terus berupaya meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan In House Training (IHT) Pembuatan Soal Setara Tes Kemampuan Akademik (TKA) Menggunakan Artificial Intelligence (AI).
Kegiatan IHT menjadi sarana bagi para guru untuk mengembangkan kemampuan dalam menyusun instrumen asesmen yang berkualitas, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik soal TKA. Pemanfaatan AI diperkenalkan sebagai salah satu alat bantu yang dapat mendukung guru dalam proses perencanaan, penyusunan, pengembangan, dan telaah soal.
Dalam kegiatan tersebut, guru mendapatkan pemahaman mengenai karakteristik soal yang menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penyusunan soal tidak hanya diarahkan pada kemampuan mengingat materi, tetapi juga mendorong peserta didik untuk menganalisis, menginterpretasi informasi, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan berdasarkan stimulus yang diberikan.
Pemanfaatan AI dalam penyusunan soal juga menjadi bagian penting dalam kegiatan IHT. Guru dikenalkan pada cara memberikan instruksi atau prompt yang tepat agar AI dapat membantu menghasilkan rancangan soal sesuai kompetensi, materi, indikator, tingkat kognitif, dan karakteristik peserta didik.
Meskipun menggunakan AI, guru tetap memiliki peran utama dalam melakukan validasi, penyuntingan, dan penyesuaian soal. Setiap soal yang dihasilkan melalui bantuan AI perlu ditelaah kembali agar sesuai dengan tujuan pembelajaran, substansi mata pelajaran, kaidah penulisan soal, tingkat kesulitan, serta konteks pembelajaran di SMK.
Kegiatan IHT juga memberikan kesempatan kepada guru untuk melakukan praktik secara langsung. Para peserta mencoba menyusun stimulus, indikator, kisi-kisi, dan soal dengan memanfaatkan AI, kemudian melakukan telaah terhadap hasil yang diperoleh.
Melalui kegiatan praktik tersebut, guru dapat melihat bahwa AI bukan pengganti peran pendidik, melainkan alat bantu untuk mempercepat dan memperkaya proses pengembangan asesmen. Kreativitas, pengalaman profesional, dan pertimbangan pedagogis guru tetap menjadi bagian penting dalam menghasilkan soal yang berkualitas.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat membangun budaya kolaborasi antarguru. Guru dapat saling bertukar pengalaman dalam menyusun soal, mendiskusikan kualitas stimulus dan pertanyaan, serta memberikan masukan terhadap hasil penyusunan soal dari masing-masing mata pelajaran.
Pembuatan soal setara TKA menjadi perhatian penting karena peserta didik perlu dibiasakan menghadapi permasalahan yang membutuhkan kemampuan berpikir, bukan sekadar menghafal informasi. Oleh karena itu, kualitas stimulus dan pertanyaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam penyusunan asesmen.
Bagi SMK Bhakti Kencana Subah, kegiatan IHT ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Guru diharapkan semakin terampil memanfaatkan teknologi digital secara bijak, efektif, dan bertanggung jawab dalam mendukung proses pembelajaran.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kompetensi guru dalam menyusun asesmen semakin berkembang dan mampu menghasilkan soal yang lebih kontekstual, menantang, dan mendorong kemampuan berpikir peserta didik.
Pada akhirnya, IHT Pembuatan Soal Setara TKA Menggunakan AI bukan hanya menjadi kegiatan peningkatan keterampilan teknologi, tetapi juga menjadi langkah untuk memperkuat profesionalisme guru dalam melaksanakan asesmen pembelajaran di era digital.


